2 Kondisi ini bisa Sebabkan Sakit Dada

Masalah gastrointestinal

Masalah gastrointestinal yang paling umum yang dapat menyebabkan nyeri dada atau ketidaknyamanan adalah refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini ditandai dengan regurgitasi isi perut dan asam kembali ke kerongkongan, yang menghasilkan rasa asam atau asam di dalam mulut, dan sensasi terbakar di dada. Wanita lebih rentan terhadap kondisi ini selama kehamilan karena perubahan hormon dan janin yang sedang tumbuh. Faktor risiko lain termasuk merokok, obesitas, dan konsumsi makanan pedas dan berlemak.

Tukak Peptik adalah masalah umum lainnya dari saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan rasa sakit terbakar di mana saja dari pusar sampai ke tulang dada. Peradangan pankreas atau pankreatitis juga bisa menyebabkan nyeri dada. masalah pencernaan lain yang terkait dengan nyeri dada termasuk, hernia hiatus, masalah kandung empedu, ruptur esofagus, hipersensitivitas esofagus dan gangguan kontraksi esofagus. Masalah kandung empedu biasanya menyebabkan rasa sakit di sisi kanan dada. Baca juga: sakit dada sebelah kiri

Penyakit paru paru

Pleurisy – Pleurisy, juga dikenal sebagai pleuritis, mengacu pada peradangan pada pleura, lapisan membran ganda ditemukan di sekitar paru-paru. Ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, tuberkulosis, pneumonia, dan emboli paru. Nyeri dada yang dihasilkan oleh kondisi ini biasanya sangat tajam dan dapat dirasakan saat menghirup dan menghembuskan napas. Rasa sakit ini sering diperburuk oleh bersin dan batuk.

Emboli paru – Emboli pulmonal disebabkan oleh adanya pembekuan darah di pembuluh darah utama yang membawa darah ke paru-paru. Seseorang yang menderita kondisi ini dapat mengalami nyeri dada, disertai sesak napas mendadak dan batuk produktif dengan sputum yang berlumuran darah. Baca juga: elak bulu kucing gugur

Pneumonia dan Pneumotoraks – Pneumonia mengacu pada peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit. Pneumonia menyebabkan demam dengan menggigil, batuk, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan nyeri dada yang diperburuk oleh pernapasan dalam. Pneumotoraks, di sisi lain, disebabkan ketika udara bocor ke celah antara paru-paru dan dinding dada, terutama karena cedera dada. Hal ini menyebabkan paru menjadi kolaps, yang dapat menghasilkan sesak napas dan nyeri dada yang tajam dan mendadak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *